Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

DEMI WAKTU, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang beriman dan beramal shaleh...

Nasehat Seorang Murabby

Written By arumanis group on Rabu, 02 November 2011 | 20.37

Berawal dari ngapel (NGAji PELan pelan), diteruskan dengan pacaran (Pelajari Al-qur'an, Cintai Alloh dan Rasul, Amar ma'ruf dan Nahi mungkar) diakhiri dengan nikah (NIKmat Akhirat).
Inilah nasehat yang paling ku ingat dari beberapa murobby yang sempat duduk bersama sembari gelaran gorengan bersama kabilah-kabilah.




MR 1: Kita ngaji berawal dari kampung dan akan kembali ke kampung, sedangkan sekolah dan kuliah adalah idealisme yang berisikan orang-orang cerdas, gampang diajak diskusi, dan mengerti dengan bahasa universal. Sedangkan di kampung yang ada adalah realita, dimana idelaisme harus dibahasakan dan dimplementasikan dengan keteladanan.

MR 2: Kita ini dai yang kebetulan menjadi mahasiswa, dan apapun kita nanti kita adalah dai.

MR 3: Jangan pernah bertanya apa yang dakwah bisa berikan kepada kita, tapi katakanlah, inilah yang bisa aku berikan untuk dakwah.

MR 4: Lebih baik antum tidak tau dengan apa yang antum tanyakan tentang muayyid dan tamhidi. Karena jika antum tau, ane khawatir akan mempengaruhi kinerja dakwah antum. Itu hanyalah sebatas tingkatan saja.

MR 5: Tarbiyah itu seperti kita belajar ilmu silat dan berperang. Menang dan kalah kita tetep belajar hingga Alloh memuliakan kita dengan kemenangan abadi nantinya.

MR 6: Ya beginilah kondisi kalau sudah menikah, kadang pulang kerja capek, masih ketemu dengan anak, rumah juga perlu perhatian, dan liqo’ dengan energi sisa. Tapi pertemuan kita ini insyaalloh memperbarui semangat dan memberikan hak-hak saudara kita sesama muslim.

MR 7: Keruh bersama itu masih lebih baik dari jernih namun seorang diri.

MR 8: Janganlah terlalu sibuk sampai tidak memikirkan nikah

MR 9: Suami dan istri itu bukan hanya saling melengkapi kekurangan dengan kelebihan, tapi juga menguatkan apa-apa yang selama ini lemah, termasuk tarbiyah.

Subhanalloh, jazakumulloh khoir atas nasehat yang implementatif.
Bagaimana dengan murabby anda ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar