Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

DEMI WAKTU, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang beriman dan beramal shaleh...

Tampilkan postingan dengan label Tarbiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tarbiyah. Tampilkan semua postingan

Perilaku Tarbiyah: saling mengingatkan tentang "waktu"

Written By arumanis group on Rabu, 16 November 2011 | 19.38

Lingkaran Tarbiyah
Dalam sebuah pengajian kecil, yang berlalngsung rutin setiap pekan ini sudah serasa keluarga kedua. Didalamnya terdapat curahan hati, saling menjaga aib, penguatan psikologi, kasih sayang, dan lain sebagainya. Kesabaran sang murabby terhadap mutarabbynya menjadi warna tersendiri ketika menyikapi mutarabby yang "nyleneh". Sikap patuh mutarabby terhadap murabby juga merupakan pemandangan indah dalam tarbiyah.
Malah hari, setelah sholat isya, itulah waktu yang biasanya digunakan untuk bersama duduk, mengkaji ilmu dan bercerita banyak hal dalam lingkaran kecil tarbiyah. Minuman hangat dan jajanan khas angkringan menjadi teman disela jiwa ini terisi materi. Segala penat atas rutinitas dunia yang melelahkan seakan sirna dengan aktifitas ini. Tapi tak jarang aktifitas ini juga membuat kita kurang memperhitungkan waktu malam kita.
  1. Tak jarang agenda ini yang semula dijanjikan ba'da isya akhirnya molor sampai sepertiga malam pertama. Hal ini berawal dari tindakan indisipliner anggota yang menjalar dan dijadikan asumsi oleh anggota lain. Pada awalnya semua peserta datang on time ba'da isya, katakanlah pukul 19.45 dan didahului dengan beberapa percakapan akhirnya agenda rutin ini dimulai pukuk 20.00 dengan semua peserta sudah lengkap. Beberapa waktu berlalu, ada 1 peserta yang datang terlambat pukul 20.30. sementara peserta yang lain ngobrol menunggu 1 peserta untuk memulai agenda. Pekan depan ada 2 peserta yang ijin datang terlambat jam 21.00 sampai ditempat. Akhirnya sambil menunggu yang terlambat ngobrol dulu sampai jam 21.00. Kebiasaan ini akhirnya menjadikan beberapa peserta berasumsi "agenda ini akan mulai jam 21.00", jadi untuk lebih mengefektifkan waktu berangkat on time ajah jam 21.00. sedangkan waktu antara ba'da isya sampai berangkat bisa digunakan untuk mengerjakan tugas, lembur, ngurusi anak, nonton bola, dll. Kebiasaan dan asumsi inilah yang akhirnya merubah jadwal dengan sendirinya yang tadinya agenda dimulai pukul 20.00 menjadi 21.00. Sama-sama masih dalam waktu "ba'da isya". Efek dari mulai ngaji terlalu malam adalah tingkat konsentrasi yang menurun, ngantuk, lelah dan tidak optimal dalam menyerap santapan rohani. Maklum, kalau siang kerja full, syuro full, dan kesana-kemari mencari rizki.
  2. Dengan bergesernya waktu mulai, otomatis akan membuat waktu selesai agenda rutin menjadi mundur. Dalam hal ini akan sangat sulit menggunakan teori "mulai boleh tidak tepat waktu, tapi selesai harus tepat waktu". Katakanlah waktu rata-rata agenda ini 2,5 jam. Sehingga dengan estimasi waktu mulai awal yaitu pukul 20.00 maka agenda ini akan selesai pukul 22.30, selambat-lambatnya 22.59. Sekarang jika dialihkan ke jadwal baru yang mulai pada pukul 21.00 akan selesai pada pukul 23.30 dan selambat-lambatnya pukul 23.59.  Perjalanan pulang akhirnya sampai dirumah lebih dari tengah malam. Kalau kata orang dulu mah, ini namanya pengajian 2 hari.. sampai berganti hari baru selesai. efek dari pulang terlalu malam akhirnya berujung dengan kelelahan yang harus bertemu dengan mimpi yang terlalu malam. Tidur tidak optimal, bangun malam untuk tahajud jadi sulit, dan kadang yang terjadi sholat subuhnya terlambat karena bangunnya kesiangan. Setelah sholat subuh tidur lagi karena masih ngantuk. dan ketika kuliah/kerja menjadi 5L (lemah, letih, lesu, loyo) dan Lebay dengan mengatasnamakan ngaji sebagai biang keladi ngantuk dan nggak optimalnya kerja.
Dengan .catatan sebagai evaluasi, tentunya ada catatan meranik dengan tarbiyah justru kita lebih dimanjakan dengan sms, FB, twitter, dll yang senantiasa mengingatkan kita tentang kejadian, waktu, amalan unggulan, nasehat, dll.
  1. Senantiasa ada rasa sayang dalam sms yang mengingatkan tentang shoum ayyamul bidh atau puasa dikala terang bulan. walaupun langit mendung, bulan kehilangan sinarnya, tapi HP tetep nyala, ukhuwah tetep bersinar terang.
  2. Senantiasa ada rasa cinta ketika di sepertiga malam Hp berbunyi, ketika itu sms bunyinya "wahai orang-orang yang berselimut, bangunlah dan dirikanlah sholat....". Mengganggu ?, jelas, sms itu mengganggu tidur kita untuk segara bangun.
  3. Senantiasa ada perhatian saat evaluasi amal taumi disetiap pekan ketemu. "Antum bagaimana jama'ahnya?", inilah yang mengingatkan kita walau sesibuk apapun, jama'ah sholat penting.
  4. Senantiasa ada gelang-gelang ukhuwah ketika ada pesan "besok ada agenda silaturahim akbar", "besok ada aksi dan munashoroh". Waktunya untuk berkumpul dan melihat senyum semangat dari kader tarbiyah.
  5. Senantiasa ada semangat kerja saat membaca status FB "sholat dhuha yuks". 
  6. Senantiasa ada kebanggaan ketika membaca pesan "mohon doa restunya, insyaalloh ana akan melangsungkan akad nikah pada....". Bangga, haru, dan mengutuk diri sendiri bagi yang bujang "aku kapan yo"..
  7. Senantiasa semangat mencari ilmu ketika dijemput untuk berangkat tastqif.
  8. Senantiasa merasa aneh ketika ada pesan "taklimat....". Biasa saja gak perlu pakai taklimat..
  9. Senantiasa ada senyum dan doa ketika ada pesan "alhamdulillah telah lahir putra kami yang pertama.."
  10. Senantiasa ada sapa untuk silaturahim ketika "akhi, gimana kabar antum, lama gak ketemu ya".
Begitu banyak tarbiyah meningatkan kita tentang waktu untuk melakukan amal. Bukankah semua manusia itu rugi kecuali yang beriman dan beramal sholeh ?
19.38 | 0 komentar

Nasehat Seorang Murabby

Written By arumanis group on Rabu, 02 November 2011 | 20.37

Berawal dari ngapel (NGAji PELan pelan), diteruskan dengan pacaran (Pelajari Al-qur'an, Cintai Alloh dan Rasul, Amar ma'ruf dan Nahi mungkar) diakhiri dengan nikah (NIKmat Akhirat).
Inilah nasehat yang paling ku ingat dari beberapa murobby yang sempat duduk bersama sembari gelaran gorengan bersama kabilah-kabilah.




MR 1: Kita ngaji berawal dari kampung dan akan kembali ke kampung, sedangkan sekolah dan kuliah adalah idealisme yang berisikan orang-orang cerdas, gampang diajak diskusi, dan mengerti dengan bahasa universal. Sedangkan di kampung yang ada adalah realita, dimana idelaisme harus dibahasakan dan dimplementasikan dengan keteladanan.

MR 2: Kita ini dai yang kebetulan menjadi mahasiswa, dan apapun kita nanti kita adalah dai.

MR 3: Jangan pernah bertanya apa yang dakwah bisa berikan kepada kita, tapi katakanlah, inilah yang bisa aku berikan untuk dakwah.

MR 4: Lebih baik antum tidak tau dengan apa yang antum tanyakan tentang muayyid dan tamhidi. Karena jika antum tau, ane khawatir akan mempengaruhi kinerja dakwah antum. Itu hanyalah sebatas tingkatan saja.

MR 5: Tarbiyah itu seperti kita belajar ilmu silat dan berperang. Menang dan kalah kita tetep belajar hingga Alloh memuliakan kita dengan kemenangan abadi nantinya.

MR 6: Ya beginilah kondisi kalau sudah menikah, kadang pulang kerja capek, masih ketemu dengan anak, rumah juga perlu perhatian, dan liqo’ dengan energi sisa. Tapi pertemuan kita ini insyaalloh memperbarui semangat dan memberikan hak-hak saudara kita sesama muslim.

MR 7: Keruh bersama itu masih lebih baik dari jernih namun seorang diri.

MR 8: Janganlah terlalu sibuk sampai tidak memikirkan nikah

MR 9: Suami dan istri itu bukan hanya saling melengkapi kekurangan dengan kelebihan, tapi juga menguatkan apa-apa yang selama ini lemah, termasuk tarbiyah.

Subhanalloh, jazakumulloh khoir atas nasehat yang implementatif.
Bagaimana dengan murabby anda ?
20.37 | 0 komentar

LabbaiK: Tatsqif Mulia Atau Mati Syahid

Written By arumanis group on Rabu, 19 Oktober 2011 | 20.16

Foto: Suasana tatsqif labbaik

Kondisi Tatsqif LABBAIK semakin memprihatinkan...
Semangat dari peserta semakin menurun, (rabu 12 okt 2011 peserta cuma 20 orang)
Dukungan dari golongan atas serasa tidak ada.
padahal kita PINJAM Pembicara dari CILACAP (Ust Arwani), dari PURBALINGGA (Ust Hamim tohari)
mereka orang2 hebat yang sangat luar biasa
Sudah layak kah majlis ta'lim ini di bubarkan?
Bagai mana dengan Anda semua?
Apakah Mungkin kita punya selogan "TATSQIF MULIA atau MATI SYAHID?"
atau kita berdoa "Ya Allah.... Jika engkau masih kehendaki Majlis ini berjalan baik maka mudahkanla, namun apabila

berhenti itu lebih baik maka SEGERAKANLAH"
Wallahu a'lam Bishshowab.......
Petikan diatas merupakan kata-kata yang tertulis di group facebook tatsqif hari ini. Bukanlah suatu kebetulan atau iseng kataini muncul. pilihan Tatsqif mulia atau mati syahid menggambarkan betapa beratnya mengelola tatsqif dimana semuanya telah disiapkan termasuk meng"impor" pembicara dari luar daerah tetapi tidak didukung oleh penggiat dakwah yang haus akan asupan materi tarbawi.
Jika dilihat ke belakang, nama labbaik tentunya sudah tidak asing untuk kalangan masjid purwokerto karena sudah intens mengeluarkan buletin labbaik. Untuk memmenuhi kebutuhan pasar dakwah, maka labbaik menyelenggarakan tatsqif pekanan dengan jadwal sebagai berikut;
Pekan ke
Materi
Pemateri
PertamaAkidahUst. Muhibbin
KeduaRiyadush ShalihinUst. Hamim Tohari
KetigaSirah NabawiyahUst. Arwani Amin
KeempatRiyadush ShalihinUst. Hamim Tohari

 

Dengan jadwal yang sudah rutin yaitu setiap hari Rabu dimulai pukul 16.00 dan bertempat di masjid gelora indah kompleks GOR satria Purwokerto.

Tatsqif labbaik pernah berpindah tempat sebanyak 3 kali sejak digulirkannya untuk pertama kali di tahun 2009. Tempat pertama yaitu masjid Baituttaqdis Sawangan. Di masjid ini, peserta tatsqif banyak sekali yang datang, dan pembicaranya masih ust Arwani saja belum ada yang lain. Permasalahan yang timbul adalah lahan parker yang sempit dan kurang nyaman bagi jamaah tatsqif. Setelah menampung usulan maka tatsqif di pindahkan ke masjid kampus Unwiku oleh panitia.

Tatsqif di masjid kampus Unwiku berjalan lancar namun sepi pengunjung. Karena akses menuju tempat tatsqif jauh dan kurangnya angkot. Dari evaluasi tersebut maka tatsqif akhirnya dipindahkan ke masjid gelora indah sampai sekarang.

Suatu hari, tatsqif labbaik kedatangan tamu yang luar biasa yaitu ust. Khaldun. Beliau ustadz dari yordania yang telah kaya pengalaman dakwah dan fasih berbicara bahasa Indonesia. Bahkan yang beliau katakana saat pembukaan materi tatsqif adalah "ternyata bahasa Indonesia saya lebih baik dari bahasa arab antum". Efek dari datangnya Ust Khaldun ternyata membuat peserta tatsqif menjadi ramai. Jalur komunikasi dan informasi yang selama ini menggunakan sms dari panitia tatsqif kalah bersaing dengan sms taklimat yang dilayangkan oleh murabby kepada mutarabbinya. Mungkin hanya saat itu seorang murabby datang dan hanya saat itu pula dia menginformasikan adanya tatsqif di masjid gelora indah.

Itu cerita tentang tatsqif labbaik. Kondisi sekarang tatsqif menjadi sepi peminat. Entah apapun alasannya tetapi jika dibandingkan dengan kajian yang sifatnya politik, jumlah peserta tatsqif jauh lebih sedikit. Informasi yang disampaikan antara orang ke orang dalam kajian politik jauh lebih cepat dan efektif dari informasi orang ke orang dalam agenda tatsqif labbaik.

Dengan dua ustadz yang berasal dari luar Banyumas, seharusnya kita malu dan memotivasi kita untuk datang. Ada 2 alasan yang membuat kita harus datang tatsqif. Pertama karena kita butuh ilmu dan ilmu ini disampaikan oleh seseorang yang faham. Alasan yang kedua karena kita malu dengan pemateri yang sudah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dengan kita. Dimanakah ustadz-ustadz yang asli Banyumas sampai harus impor pemateri dari luar Banyumas.

Saudaraku seiman, marilah kita jaga dan lestarikan tatsqif ini dengan cara meniatkan untuk hadir, menyempatkan waktu, dan menghadiri tatsqif. Ajaklah saudara, tetangga atau teman untuk mencari ilmu dalam tatsqif ini. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menghidupkan dakwah di kota ini.

Wallahu a'lam Bishshowab....... 
20.16 | 0 komentar

Mentoring Agama Islam

Written By arumanis group on Kamis, 22 September 2011 | 21.41

Mentoring Activity: Ngengsreng
Mentoring Agama Islam adalah kegiatan pendidikan dan pembinaan Agana Islam dalam bentuk pengajian kelompok kecil yang diselenggarakan rutin tiap pekan dan berkelanjutan. Kegiatan ini dianggap menjadi salah satu metode pendekatan pembinaan agama dan moral yang efektif, karena cara dan bentuk pengajarannya yang berbeda dengan pendidikan agama secara formal di kelas-kelas sekolah. Di beberapa sekolah dan daerah, kegiatan ini terbukti dapat mencegah tawuran pelajar sekolah.
beberapa sekolah dan universtias telah menyelenggarakan proses mentoring dengan legal. legal disini artinya proses mentoring terpantau, terstruktur dan terukur.
Mentoring yang terpantau artinya proses mentoring agama islam dapat dipantau setiap saat oleh siapapun yang berkepentingan. pemantauan terkait dengan aktivitas mentoring, tempat, materi dan lainnya yang berhubungan dengan mentoring. Terpantaunya mentoring ini penting untuk menurunkan keresahan kalau mentoring selama ini dipersepsikan oleh beberapa orang digunakan untuk pengkaderan aliran sesat, islam ekstrim sampai partai politik. memantau mentoring tidak cukup hanya dengan memantau kegiatan berdasarkan materi lebih dari itu adalah hasil keluaran dari mentoring itu sendiri yang menjadi titik tekan. hasil output yang baik menunjukkan mentoring berjalan dengan baik.
Mentoring yang terstruktur artinya proses mentoring agama islam dilakukan secara terstruktur. terstruktur dalam hal personil, silabus, paramater evaluasi, kelompok, dll. Struktur kelembagaan mentoring adalah yang paling berperan dalam proses mentoring. Dalam pembagian deskripsi kerja, seringkali tipoksi tidak jelas yang akhirnya terjadi tumpang tindih pekerjaan yang dibebankan pada 1 orang. Kelembagaan Mentoring sedikitnya terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan 3 bidang yaitu bidang SDM, bidang pendidikan dan bidang litbang. Ketua bertugas mengkoordinasikan mentoring dengan pihak birokrasi kampus/sekolah. selain itu ketua bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan mentoring. Sekretaris bertugas dalam bidang surat menyurat dan kearsipan. Arsip adalah sesuatu yang penting yang sering dilupakan. selain bertugas, sekretaris juga berperan sebagi wakil ketua. Bendahara bertugas mengelola keuangan dan kerumahtanggaan mentoring. mengelola keuangan termasuk mencari sponsor untuk kegiatan mentoring. Bidang SDM bertanggungjawab atas kuantitas dan kualitas tentor, selain itu juga bertanggungjawab atas forum tentor. Bidang Pendidikan bertanggungjawab atas silabus mentoring dan bertanggungjawab atas pelaksanaan ujian dan pengolahan nilai sampai ke pihak birokrasi. Bidang Litbang bertanggungjawab atas suplemen mentoring dan bertanggungjawab atas riset dan pengembangan mentoring.
Mentoring yang terukur artinya pelaksanaan mentoring harus mempunyai parameter yang jelas dalam evaluasinya. Capaian output mentoring juga harus terukur dan diklasifikasikan berdasarkan kriteria tertentu. mengukur capaian mentoring penting untuk regenerasi tentor dan stabilitas proses mentoring.
21.41 | 0 komentar

Mr and Mrs admin

Mr and Mrs admin

Menu Utama

Entri Populer