Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

DEMI WAKTU, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang beriman dan beramal shaleh...

Tampilkan postingan dengan label Litbang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Litbang. Tampilkan semua postingan

Pengembangan Ekonomi Lokal Kab. Banyumas

Written By arumanis group on Senin, 17 Oktober 2011 | 22.47

Foto: FGD hasil penelitian
Tahun 2011, Bappeda Kabupaten Banyumas bekerjasama dengan Unsoed dalam hal ini diwakili oleh Prof. Dr. Agus Suroso MS memetakan potensi sektor unggulan yang ada di Kabupaten Banyumas. Data yang dianalisis adalah data PDRB per sektor usaha dan subsektor. Dengan Menggunakan Analisis Local Quetion (LQ), maka hasilnya didapat komoditas unggulan per sebsektor adalah sebagai berikut;




Sub sektor:
Produk/Komoditi
Keterangan
Tanaman pangan
Padi sawah
Ketela pohon
Padi ladang
Kacang kedelai
Basis
Basis
Basis
Basis
Sayur-sayuran
Kangkung
Kacang panjang
Terong
Bayam
Basis
Basis
Basis
Basis
Tanaman perkebunan
Kelapa deres

Pala


Nilam  
Basis, menyokong industri gula merah
Basis, perlu diversivikasi produk untuk meningkatkan nilai tambah
Non basis tetapi masih potensial didorong produksinya mengingat luasnya pasar
Buah-buahan
Petai
Rambutan
Melinjo
Nangka
Duku
Jeruk siem
Jambu air
Sukun
Sawo
Sirsak
Anggur
Seluruhnya merupakan sub sektor basis, namun perlu diversivikasi produk untuk memperoleh nilai tambah yang tinggi.

Peternakan
Ayam pedaging


Ayam petelur
Basis, menyokong industri kuliner yang tumbuh sangat pesat
Basis, menyokong industri kuliner yang tumbuh sangat pesat
Perikanan
Perikanan kolam


Perikanan sawah
Basis, termasuk di dalamnya adalah perikanan gurami dan ikan air tawar lainnya
Basis
Industri pengolahan
Gula merah


Minyak atsiri





Batik Banyumas
Perlu penguatan produk dan perlu mencari peluang memasuki pasar-pasar baru
Peluang pasar luas dan sumber minyak atsiri tidak hanya nilam, sehingga bisa mendorong komoditi yang bisa disuling menjadi minyak atsiri
Merupakan salah satu ikon produk khas Kab. Banyumas.  Setiap daerah/kab saat ini mengembangkan produk batik lokal sehingga persaingan sangat kompetitif.
Pariwisata
Upaya pemasaran destinasi wisata yang sudah ada untuk menciptakan brand image yang kuat

Non basis tetapi masih sangat terbuka dikembangkan mengingat potensi dan multiplier effectnya yang besar dalam menggerakan perekonomian lokal. 
Pengembangan produk wisata baru dan menciptakan link antar destinasi wisata yang sudah ada sehingga tercipta Kab. Banyumas sebagai salah satu destinasi wisata yang kaya dan luas.

Kedepan diharapkan hasil kajian ini bisa bermanfaat dan direalisasikan dengan pengembangan subsektor unggulan.
22.47 | 0 komentar

Perkembangan Investasi Kota Tegal Tahun 2011


                  Investasi di Kota Tegal mengalami penurunan dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2009 memiliki kecenderungan yang menurun.  Penurunan terbesar terjadi dari tahun 2005 ke tahun 2006 yang mengalami penurunan sampai 11 persen, namun dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2009 kencenderungn investasi secara umum terus mengalami peningkatan.  Investasi yang terus meningkat sejak tahun 2006 menunjukkan bahwa adanya peningkatan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Kota Tegal.
Jika digambarkan dengan menggunakan persamaan trend least square perkembangan investasi di Kota Tegal dapat diperoleh persamaan sebagai berikut:
Y = 652.017,2 +  -8.804.1 X
Dari persamaan tersebut menunjukkan bahwa dengan berdasarkan data investasi tahun 2002 sampai dengan tahun 2009 investasi Kota Tegal secara umum mengalami penurunan sebesar 8.804,1 juta rupiah. Namun dalam persamaan tersebut masih memasukan data outlier yaitu penurunan investasi yang sangat besar dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2006, sehingga ikut berpengaruh terhadap pembentukan persamaan trend. Meskipun persamaan trend yang terbentuk menunjukkan kecenderungan yang negatif namun, sejak tahun 2006 sampai sekarang investasi di Kota Tegal terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, hal ini menunjukkan bahwa setelah tahun 2006 iklim investasi di Kota Tegal telah mengalami perbaikan atau memiliki kecenderungan yang terus meningkat.
4.3 Pengaruh Investasi Terhadap Perekonomian Kota Tegal
Investasi di Kota Tegal diharapkan memberikan pengaruh terhadap perekonominan di Kota Tegal. Kondisi perekonomian dapat dilihat dari PDRB, Pendapatan Perkapita, dan penyerapan tenaga kerja. Untuk memberikan gambaran tentang pengaruh investasi terhadap perekonomian Kota Tegal disajikan pada tabel berikut.
Tabel: 2
Investasi dan Kondisi Perkonomian Kota Tegal Tahun 2005-2009
Tahun

Nilai Investasi (jt Rupiah)
PDRB Konstan
(jt rupiah)
PDRB Per Kapita
(jt rupiah)
Jumlah Tenaga Kerja Terserap
2005
46,220.01
1,002,822
4.08775
15,037
2006
51,385.06
1,054,500
4.29133
15,620
2007
49,616.63
1,109,438
4.50255
15,705
2008
63,223.62
1,166,582
4.70590
18,159
2009
71,743.71
1,225,102
4.83832
18,632
Sumber: Bank Indonesia Tegal 2010
Hasil analisis regresi dengan menempatkan investasi sebagai variabel bebas dan indikator akonomi PDRB konstan, PDRB perkapita dan jumlah tenaga kerja yang terserap ditempatkan sebagai variabel bebas diperoleh persamaan regresi sebagai berikut ini:
Tabel: 3
Pengaruh Investasi Terhadap Perekonomian Kota Tegal
Varibel Bebas
Variabel
Tergantung
Intercept
Coeficient
T Stat.
Kesimpulan
Investasi
PDRB Konstan
752.958
6,542
3.545
Signifikan

PDRB/Kapita
3,364
2.07E-05
2.943
Signifikan

Penyerapan Tenaga Kerja
8.286
0,148
5.850
Signifikan
   Sumber: Data Primer yang Diolah
Berdasarkan persamaan regresi dengan menggunakan alpha 10 persen, maka pengaruh investasi terhadap PDRB Kontan Tahun 2000 diperoleh nilai t hitung (3.545) > t tabel (2.353) maka disimpulkan bahwa investasi berpengaruh positif terhadap PDRB Konstan tahun 2000, dengan koefisien regresi sebesar 6,542 artinya dengan adanya tambahan investasi sebesar 6,542 juta rupiah maka PDRB Kontan dengan tahun dasar 2000 di Kota Tegal akan naik sebesar satu juta rupiah.  
Persamaan regresi pengaruh investasi terhadap PDRB perkapita diperoleh nilai t hitung (2.943) > t tabel (2.353) maka disimpulkan investasi berpengaruh positif terhadap PDRB perkapita.   dengan koefisien regresi sebesar 2,07E-05 artinya dengan adanya tambahan investasi sebesar 20,7 juta rupiah maka PDRB perkapita di Kota Tegal akan naik sebesar satu juta rupiah
Persamaan regresi pengaruh investasi terhadap penyerapan tenaga kerja diperoleh nilai t hitung (5.850) > t tabel (2.353) maka disimpulkan investasi berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja. dengan koefisien regresi sebesar 0,148 artinya dengan adanya tambahan investasi sebesar 148,199 juta rupiah maka jumlah tenaga kerja yangterserap di Kota Tegal akan naik sebesar satu orang.
Berdasarkan hasil analisis statistik tersebut maka dapat disimpulan bahwa investasi dapat meningkatkan perekonomian di Kota Tegal, sehingga usaha-usaha untuk meningkatkan investasi merupakan hal yang sangat penting bagi peningkatan ekonomi di Kota Tegal karena  terbukti investasi dapat mendorong laju pertumbuhan PDRB baik PDRB dengan harga konstan maupun PDRB per kapita serta dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
22.33 | 2 komentar

Mr and Mrs admin

Mr and Mrs admin

Menu Utama

Entri Populer