Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

DEMI WAKTU, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang beriman dan beramal shaleh...

Mungkinkah Jawa Tengah mempunyai Klaster “Esemka” ?

Written By arumanis group on Kamis, 26 Januari 2012 | 19.43


Tak terpikir oleh Walikota Solo, Joko Widodo mobil Esemka akan menjadi manufaktur raksasa. Ia menginginkan mobil yang tengah ramai diperbincangkan ini menjadi industri rakyat.  Industri rakyat membutuhkan investasi dan modal yang tidak terlalu banyak. Jokowi (sebutan akrab walikota Solo) menyebut Rp 50 miliar diperlukan untuk membangun gedung seluas 6000 meterpersegi dan sarana pendukung peralatan lainnya. "Untuk modal awal, membutuhkan Rp 40 Miliar, tak sampai Rp 100 miliar kan?” kata dia.
Dalam usaha mengembangkan industri rakyat mulai dari skala yang kecil dulu agar ketika ada gunjangan tak terlalu sulit untuk bangkit. Untuk investasi, diprioritaskan membuka peluang bagi investor lokal, kemuadian merambah ke investor nasional. Sementara untuk investor asing belum karena dikhawatirkan tidak merakyat lagi.
Bahan baku pembuatan mobil Esemka juga berasal dari dalam negeri seperi velg yang berasal dari industri logam di Tegal dan knalpotnya berasal dari Purbalingga.
Pembelinya mobil ini sudah antri dan  investor pasti ngiler. Hingga saat ini, sudah ada pesanan lima ribu unit mobil yang nantinya akan digarap oleh Solo Tecnopart dan Solo Manufaktur Kreasi (Soman).
Pemerintah daerah propinsi Jawa Tengah diharapkan tanggap dengan situasi ini. Meskipun uji emisi dan kelayakan mobil Esemka masih dalam proses, namun peluang ini jangan lantas dibiarkan lewat begitu saja.  Klaster Industri mobil Esemka yang melibatkan seluruh pihak yang berkepentingan dalam pengembangan mobil ini diharapkan menjadi solusi dalam mengambangkan mobil Esemka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar